RSS
Facebook
Twitter

17 June 2015

Pendataan Ulang bagi seluruh PNS

Pendataan Ulang bagi PNS tahun 2015 dengan cara elektronik dan selanjutnya  disingkat  dengan e-PUPNS merupakan proses pendataan ulang yang ditujukan bagi para PNS dengan memanfaatkan sistem teknologi informasi ( TI) yang meliputi tahap pemutaktriran/ pengkinian data oleh setiap PNS, dan validasi dan verifikasi ( verval) data secara keeluruhan oleh instansi pusat/daerah berdasar dengan kewenangan yang dimiliki.

Adapun landasan hukum dari pelaksanaan Pendataan Ulang bagi PNS (e-PUPNS)  ini adalah UU No. 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara ( ASN), sedangkan pedoman teknis berdasarkan PERATURAN KEPAI,A BKN NO  19 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENDATAAN ULANG PNS  SECARA ELEKTRONIK TAHUN 2015.
Pendataan Ulang PNS Secara Elektronik

Pelaksanaan e-PUNPS 2015 ini bertujuan agar diperoleh data PNS yang akurat, terpercaya serta terintegrasi, yang merupakan dasar kebutuhan dalam pengembangan sistem informasi kepegawaian bagi ASN yang mendukung dalam pengelolaan manajemen ASN yang rasional sebagai sumber daya aparatur negara, dengan dilatar belakangi :
  1. Pendataan e-PUPNS terakhir kali dilakukan pada tahun 2003,  perlu dilakukan Pendataan Ulang bagi PNS secara periodik paling sedikit  setiap 10 tahun sekali.
  2. Membangun fungsi monitoring(pemantauan) dan evaluasi terhadap data kepegawaian untuk meningkatan serta menjaga akurasi data.
  3. Membangun sikap kepedulian dan kepemilikan (sense of awareness/ownership) para PNS terhadap data kepegawaian yang dimilikinya.
  4. Untuk ditata  ulang sistem informasi kepegawaian yang berdasarkan amanat dalam UU No. 5 Thn 2014 mengenai ASN.
  5. Dinamika perubahan suatu organisasi dan pemekaran suatu wilayah, dan adanya perubahan dalam tubuh manajemen kepegawaian termasuk didalamnya yaitu manajemen ASN.
  6. Kebutuhan akan spesifik data (data welfare PNS seperti Perumahan, Kesehatan, Asuransi, Pendidikan dan selanjutnya.)


Kemudian, data yang akurat, terpercaya dan terintegrasi yang dimaksud meliputi data :

  • Data Pokok Info Kepegawaian (Core Data)
  • Data Riwayat (Historical Data), yang terdiri atas : Kepangkatan, Pendidikan, Keluarga, Jabatan.
  • Data Sosial Ekonomi (kesejahteraan) para PNS, yang terdiri atas : Pendidikan anak Perumahan
  • Self assessment: Competency and potency Individual
  • Lainnya (stakeholder PNS)


Pendataan Ulang bagi PNS tahun 2015 secara elektronik wajib dilakukan semua PNS, dan jika tidak dilakukan maka sanksi  berat siap menunggu, yaitu tidak tercatat didalam database ASN Nasional di BKN yang berdampak tidak mendapatkan pelayanan kepegawaian dan dinyatakan pensiun/berhenti.

Proses pendataan ulang bagi PNS (e-PUPNS)  2015 :
A. Registrasi agar bisa login PUPNS :
    PNS melakukan input NIP dan NIK dan selanjutnya mencetak tanda bukti registrasi
    BKD memberikan persetujuan atas registrasi PNS pada Instansi tersebut

B. Entri form PUPNS >> Entri formulir bagi PUPNS secara elektronik
C. Verifikator SKPD :
    Data  terkirim ke inbox PUPNS  SKPD
    SKPD melakukan verifikasi dan validasi data

D. Verifikator BKD / Biro Kepeg Instansi :
    Data  terkirim ke inbox BKD/Ropeg
    BKD/Ropeg melakukan verifikasi dan validasi data

E. Verifikator BKN Pusat / Kanreg :

    Data yang membutuhkan verifikasi dari BKN, maka akan terkirim ke inbox BKN Pusat/Kanreg
    BKN Pusat atau Kantor regional akan melakukan verifikasi data

Bagaimanakah proses registrasi yang harus dilakukan oleh PNS  dalam Pendataan Ulang PNS?
Pendataan Ulang PNS Secara Elektronik


2. Pilih tombol daftar 
3. Isi formulir  yang tersedia meliputi NIP baru >> lalu klik cari, maka Nama PNS ybs dan Instansi akan muncul secara otomatis.
Pendataan Ulang PNS Secara Elektronik
 4. Isi email aktif yang anda dimiliki
 5. Pilih menu  lanjut
 6. Isi formulir  registrasi yang terdiri atas  :
Pendataan Ulang PNS Secara Elektronik
  • Kata kunci ( password) 
  • Konfirmasi kata kunci ( tulsi ulang pasword) 
  • Nama Ibu kandung
  • Pertanyaan Keamanan
  • Jawaban dari pertanyaan keamanan
  • Kode captha


  7. Lalu pilih  tombol registrasi
  8. Jika registrasi berhasil akan segera muncul pemberitahuan
Pendataan Ulang PNS Secara Elektronik
  9. Klik tombol Cetak

Pendataan Ulang PNS Secara Elektronik
Pendataan Ulang PNS Secara Elektronik


Catatan: File hasil download silahkan buka dengan aplikasi PDF Reader untuk bisa membacanya.
Hasil cetak tanda bukti registrasi harap diserahkan ke kantor BKD untuk dilakukan verifikasi agar bisa login dengan kode registrasi yang diberikan.
Download:
Jika proses registrasi Pendataan Ulang PNS 2015 secara elektronik sudah mendapatkan verifikasi dari BKD maka PNS tersebut bisa login untuk mengikuti langkah selanjutnya.
- See more at: http://infokepegawaian.blogspot.com/2015/06/pendataan-ulang-pns-secara-elektronik.html#sthash.j1ML86sE.dpuf

3 May 2015

"BANGKITLAH PENDIDIKAN DI NEGERIKU TERCINTA" (Bagian 2)

Peliknya masalah yang mendera negeri ini, membuat kita terkadang merasa pesimis untuk bisa bangkit menjadi bangsa yang maju dan sejahtera. Ironis memang, sebagai negara yang dikaruniai kekayaan alam yang sangat melimpah, Indonesia justru termasuk dalam kelompok negara miskin dan terbelakang dengan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap bangsa lain. Lantas sebenarnya apakah akar permasalahan yang menjadikan kondisi Indonesia seperti ini?
KKN disegala bidang
Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia. Hebatnya lagi budaya korupsi telah mengakar dari tatanan birokrat level bawah hingga teknokrat istana. Sebenarnya masalah KKN merupakan masalah klasik, hal  ini pula yang mendasari tumbangnya rezim orde baru yang berkuasa selama 32 tahun di negeri tercinta ini, namun meskipun demikian memberantas KKN bukan lah perkara yang mudah. Di era reformasi ini KKN tetap menjadi permasalahan nomor wahid. Bahkan semenjak diberlakukannya otonomi daerah KKN kian meluas dan semakin merata  disegala bidang.
Keseriusan pemerintah untuk memberantas KKN kini mulai mencuat lagi dengan semakin gencarnya komisi pemberantsasan korupsi (KPK) dalam mengungkap kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat. Akhir-akhir ini mungkin kita sering melihat di media pemberitaan tentang tercorengnya citra legislatif Indonesia akibat ulah beberapa anggota dewan yang terbukti melakukan kasus korupsi.  Tak hanya itu citra kejaksaan pun ikut ternodai akibat ada mantan jaksa yang terlibat dalam kasus suap bahkan dugaan kasus korupsi teranyar menimpa dua orang menteri dan penyidikannya masih berlanjut hingga sekarang.

“Paradigma tua” kepemimpinan Nasional
Saya kurang sependapat dengan pendapat pimpinan salah satu partai politik yang menyatakan bahwa pemimpin harus dari kalangan muda. Bagi saya permasalahannya bukan muda atau tua yang penting adalah cara berpikir yang dimiliki. Meskipun dari kalangan tua jika pola pikirnya revolusioner dan breakthrough itu lebih baik ketimbang kalangan muda yang hanya bermodalkan idealisme tetapi dengan gampangnya idealisme itu hilang ketika berbenturan dengan realitas yang ada.
Bangsa ini membutuhkan figur seorang pemimpin ideal, karena gaya kepemimpinan nasional saat ini menurut analisis saya masih masih menggunakan “paradigma tua” dan bersifat pragmatis. Kebijakan-kebijakan yang diterapkan tidak lagi dari sudut pandang pro masyarakat tetapi lebih mengedepankan unsur politis. Betapa mudahnya pemerintah menetapkan kenaikan BBM disaat tingkat kemiskinan masih tinggi. Padahal meskipun harga minyak dunia naik jika saja para pemimpin itu mau sedikit berpikir untuk mencari alternatif cerdas dalam menutupi defisit anggaran, kenaikan itu tidak semestinya terjadi. Begitu pula dalam kebijakan kompensasi yang diberikan pemerintah malah tak ambil pusing dengan menerapkan kebijakan praktis pemberian BLT kepada rakyat miskin. Padahal program tersebut telah terbukti berjalan tidak efektif.
Aksesibilitas yang rendah terhadap pendidikan tinggi
Konon katanya pendidikan tinggi hanya bisa diakses oleh hanya 2 % saja dari total penduduk Indonesia. Kalau berbicara masalah pendidikan rasanya memang sangat miris, 20 % anggaran nasional untuk pendidikan masih hanya sebatas wacana yang tak kunjung direalisasikan. Akibatnya pendidikan tinggi, yang merupakan sarana efektif untuk membentuk generasi handal yang siap bersaing, masih dirasakan sebagai barang mewah dan hanya sebagian kecil yang dapat merasakannya. Hal itu diperparah dengan makin banyaknya perguruan tinggi yang semakin mengomersilkan diri dengan dalih untuk meningkatkan kualitas universitas. Sebut saja PTN – PTN favorit seperti UI, ITB, UGM dan IPB yang lebih dulu statusnya berubah menjadi BHMN kini biaya yang ditetapkan untuk mahasiswanya tidak berbeda dengan biaya kuliah di universitas swasta, bahkan mungkin lebih mahal.

Idealisme itu hanya ada di dunia kampus dan forum seminar
Sosok idealis sepertinya hanya ditemukan dalam diri mahasiswa dan pembicara dalam forum seminar. Betapa tidak, oknum pejabat dan teknokrat yang sekarang berada pada tampuk kepemimpinan bangsa semuanya berawal dari status mahasiswa, mungkin dulu mereka juga termasuk aktivis mahasiswa berjaket kuning, biru, merah dan lainnya  yang getol berdemonstrasi menyuarakan idealismenya. Namun setelah mereka terjun langsung dalam birokrasi pemerintahan idealisme yang mereka miliki selama ini hilang seketika ketika dihadapkan dengan realitas yang ada. Sedangkan bagi mereka yang masih memiliki jiwa idealis umumnya mereka enggan untuk masuk dalam pemerintahan dan lebih memilih menjadi pembicara seminar-seminar yang diadakan di kampus yang bertemakan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Dengan lantang dan tegas sang idealis berorasi dalam forum seminar menjual data-data kebobrokan pemerintah sementara hal ini mungkin hanya menjadi bahan tertawaan bagi rekan-rekannya yang dulu juga idealis hanya saja mereka kini berada dalam pemerintahan. Pengalaman saya sendiri setiap kali mengikuti forum seminar seperti ini yang saya rasakan hanyalah pesimisme dan hilangnya kebanggaan menjadi bangian dari bangsa Indonesia, oleh karena itu terkadang saya malas untuk mengikuti seminar maupun kajian yang sifatnya hanya membeberkan aib bangsa ini.

Yakinlah masih ada secercah harapan itu…
Dengan potensi besar yang dimiliki, bukanlah hal mustahil jika kelak bangsa ini mampu bersaing dalam tataran dunia internasional bahkan menjadi negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat asalkan saja kita mau mengubah mentalitas bangsa ini. Bagaimana kita mau mengubahnya tentu saja harus paripurna mulai dari mentalitas teknokrat dan pejabat pemerintahan, partai politik dan segenap elemen bangsa termasuk kita di dalamnya sebagai tenaga pendidik
Selamat Mendidik!!

2 May 2015

"Bangkitlah Pendidikan di Negeriku Tercinta"

Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2015
Nama saya Wawan Hermawan, saya seorang guru Ndeso, SMPN 1 kaduhejo, Kab. Pandeglang Provinsi Banten, miris rasanya melihat kondisi pendidikan di indonesia, berawal tidak adanya komitmen dari pemerintah, seringnya gonta-ganti kebijakan, pelaksanaan kurikulum yang tidak tuntas, dan masuknya unsur politisasi terhadap pendidikan itu sendiri. Mendidik, adalah proses memanusikan manusia (HUMANISASI), menurut Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional dan jatuh tanggal 2 Mei setiap tahunnya mengajak kita semua agar bersikap menjadi pendidik, yaitu manusia yang mampu memanusiakan dirinya maupun orang lain dengan cara mengasihi dirinya dan orang lain. Namun, tidak semua cara untuk memanusiakan manusia itu harus dilakukan dengan cara-cara yang harus mengasihi, terkadang untuk mendidik ke arah yang lebih baik, harus diusahakan dengan cara-cara yang keras, disiplin rasa tanggung jawab.
Peliknya masalah pendidikan di Indonesia ini saat ini mengharuskan semua pihak turut Turun Tangan. Guru dan sekolah bukanlah pihak yang sepenuhnya harus disalahkan. Berkaca dari pemahaman yang disampaikan oleh Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara bahwa Pendidikan adalah segala daya dan upaya untuk memajukan Budi Pekerti (Karakter, Kekuatan Bathin), Pikiran (Inteligensia) dan Jasmani seluruh anak-anak Indonesia agar hidup selaras dengan alam dan masyarakat sekitarnya, harus kita gelorakan kembali. Belajar itu berarti ada keinginan dari dalam diri untuk mengubah diri ke arah yang lebih baik, bukan sebaliknya, sekolah bukan lagi menjadi tempat yang aman buat peserta didik, sering terjadi kekerasan terhadap siswa justru terjadi di lingkungan sekolah.
Namun, tidak dapat kita pungkiri perbedaan letak geografis di Indonesia, apalagi kab. pandeglang tempat saya mengajar, untuk menyampaikan berkas saja ke dinas Kab. Pandeglang membutuhkan waktu 4-5 jam khususnya buat temen-temen yang mengajar di selatan pandeglang. haruskah pendidikan kita mengalami pengkotakan?, dimana didaerah maju pendidikan dapat berjalan dengan baik dan pesat.
Perkembangan dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi yang cepat tidak dibarengi dengan kemampuan baik pendidik untuk memberikan ilmu budi pekerti, pendidikan moral dan Agama maupun dari diri peserta didik untuk menyerap pendidikan yang diberikan di sekolah maupun pendidikan dari orang tua. Disisi lain, di daerah-daerah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terdepan), maupun didaerah-daerah yang perkembangannya lambat, pendidikan kita mengalami ketertinggalan yang cukup jauh. Tidak terjadi pemerataan Pendidikan sehingga tidak menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDA) yang ampuh dan mampu mengikuti perkembangan jaman.
Oleh karena itu, semoga di tanggal 2 Mei ini, di hari Pendidikan Nasional apa yang diidam-idamkan oleh Ki Hajar Dewantara, dimana semua rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke terbebas dari kebodohan dan memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dapat terpenuhi. Jika anak-anak Indonesia di daerah-daerah terpencil terbebas dari ketidaktahuan Membaca, Menulis, Berhitung hingga dapat mengenal Komputer, mampu mengoperasikan yang namanya Komputer, maka anak-anak di daerah yang agak dan sudah maju, terbebas dari belenggu yang namanya godaan-godaan yang berujung pada perilaku konsumerisme dan yang bersifat merugikan diri karena melakukan kegiatan-kegiatan yang tampaknya tidak bermanfaat, semisal pesta bikini, narkoba, sex bebas, pesta miras dan kenakalan yang lainnya juga.

So, mari kita menjadi guru yang lebih iklas dalam mengjar dan berharap Kejujuran Tetap ada di dalam Hati kita sebagai modal awal dalam Menciptakan Output Dunia Pendidikan yang lebih baik, sebab dengan Kejujuran maka Indonesia akan lebih baik. Semoga…!!!
long Life Education, Selamat mendidik, dan semoga kita menjadi guru yang Menginspirasi.

26 April 2015

Canon IP2770 dan Epson R230 Printer Driver

Canon iP2770 Printer Drivers

Canon iP2770 Printer Driver Download
Canon iP2770
Canon iP2770 Driver Download. Canon iP2770 is an affordable useful printer, you can use it for light duty.  Canon iP2770 Printer is a Canon printer products most widely traded  in the market, because it is easy to get, easy to use and most people like to use this printer
Canon iP2770 Printer Drivers Compability and System requirements : 
  • Windows 8(32bit)
  • Windows 8(64bit)
  • Windows 7(32bit)
  • Windows 7(64bit)
  • Windows Vista(32bit)
  • Windows Vista(64bit)
  • Windows XP SP2 or later
  • Windows 2000 Professional SP4 or later
Installation
Follow the steps below to install the drivers:
  1. Click the download link below and save the downloaded file in the specified location
  2. Open the downloaded drivers by double click the EXE file, then installation will start automatically.
Note:
The steps below are common for OS Windows 7. This procedure may be a little bit different to other OS.

Canon iP2770 Printer Driver Download For Windows

Download
Category
Windows 8.1, Windows 8 64bit
Windows 8.1, Windows 8 64bit
Windows 7, Windows Vista, Windows XP 32bit
Windows 7, Windows Vista, Windows XP 32bit
Canon iP2770 Printer Driver Download For Mac Os / Macintosh
Download
Category
OS X 10.9, OS X 10.8
Mac OS X 10.7, Mac OS X 10.6, Mac OS X 10.6

Canon iP2770 Printer Driver Download For Linux / Debian

Download
Category
Linux

14 April 2015

Cara Membuat Score di Ms. Powerpoint

Saya mulai saja ya… Jika sebelumnya anda sudah pernah membuat kuis di Ms PowerPoint tanpa ada scorenya. Maka sekarang anda bisa mengeditnya kembali dan memberi nilai tertentu pada soal kuis anda.
Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Pastikan anda sudah memiliki Arsip soal, sehingga Anda cukup meng-copy paste saja soal tersebut ke dalam slide.
2. Bukalah Ms Powerpoint dan buatlah Slide baru.
  • Bukalah Jendela Macro dengan menekan tombol Alt + F11 secara bersamaan.
  • Pilih menu Insert, Module dan Copy-paste lah script VB berikut:
Dim nilai As Integer
Dim konfirmasi As String
Sub mulai()
nilai = 0
ActivePresentation.SlideShowWindow.View.Next
End Sub
Sub benar()
konfirmasi = MsgBox(“Yakin dengan jawaban anda?”, vbYesNo, ” Cek Jawaban!”)
If konfirmasi = vbYes Then
nilai = nilai + 1
ActivePresentation.SlideShowWindow.View.Next
End If
End Sub
Sub salah()
konfirmasi = MsgBox(“Yakin dengan jawaban anda?”, vbYesNo, ” Cek Jawaban!”)
If konfirmasi = vbYes Then
ActivePresentation.SlideShowWindow.View.Next
End If
End Sub
Sub jawab()
‘tombol untuk selesai
MsgBox (” skor anda adalah ” & nilai)
End Sub
  • Sesuaikan Score soal, dengan mengganti angka 1, pada Nilai=nilai+1.
  • Jika sudah, kembali-lah ke halaman Ms Powerpoint anda.
3. Pada Slide ke-1 (digunakan untuk menampilkan Informasi tentang kuis), Ketikkan Judul Kuis / Semua Informasi tentang Kuis. Dan pada bagian bawah slide, buatlah Autoshape (tombol) dengan teks di dalamnya “Start Quiz” dengan cara :
  • Pilih menu Insert, Shape, Pilih Action Button, Custom. Buatlah bentuk Kotak.
  • Selanjutnya akan muncul kotak dialog Action Setting, Pilih  Run Macro, dan pilih “mulai” dan Klik OK.
Non-aktifkan Transisi, dengan menghilangkan tanda Checklist pada pilihan Transition, On mouse click. Hal ini supaya user hanya bisa menjalankan slide dengan menekan tombol “Start Quiz“.
4. Pada Slide ke-2, berisi soal kuis.
  • Setiap slide berisi 1 soal kuis.
  • Ketikkan Soal kuis yang ke-1 beserta Option-nya.
  • Masing- masing Option menempati Autoshape /TextBox yang berbeda. Jadi jika pada 1 soal terdapat 5 Option, maka harus ada Textbox / Autoshape dengan Jawaban didalamnya, sebanyak 5 buah.
Untuk membuat Option, lakukan seperti anda membuat Tombol “START QUIZ” .
  • Ketika tampil Kotak dialog Action Setting, pilih :
    • Pilihan Benar, untuk Option Jawaban yang  BENAR
    • Pilihan Salah, untuk Option Jawaban yang SALAH
  • 1 Soal, hanya berisi 1 jawaban benar selebihnya harus diberi action makro salah.
  • Jika sudah, Klik OK.
  • Ulangi untuk Option yang lain dengan pilihan Macro yang sesuai (BENAR/SALAH).
5. Ulangi langkah 4 untuk soal kuis yang lain, pada slide berikutnya.
6. Dan Pada Slide terakhir, digunakan sebagai Review kuis atau anda juga bisa memberi tombol “Cek Nilai” untuk melihat hasil nilai kuis (ikuti langkah 3).
  • Pada pilihan Run Macro, pilih “Jawab“
  • Klik OK.
7. Terakhir simpan file anda. Untuk PowerPoint (2007 dan 2010) simpan dengan format PPTM(PowerPoint Macro – Enabled Presentation)
8. Selesai! Jalankan Kuis dengan menekan Tombol F5.

12 April 2015



Sahabat serta rekan-rekan guru setanah air,,salam edukasi !!
Berdasarkan Permendiknas No. 28 Tahun 2010, Guru dapat diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah untuk memimpin dan mengelola sekolah/madrasah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Masa Tugas ataupun Masa Jabatan Kepala sekolah/madrasah diberi 1 (satu) kali masa tugas selama 4 (empat) tahun. Masa tugas kepala sekolah/madrasah dapat diperpanjang untuk 1 (satu) kali masa tugas apabila memiliki prestasi kerja minimal baik berdasarkan penilaian kinerja.
Guru yang melaksanakan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah 2 (dua) kali masa tugas berturut-turut, dapat ditugaskan kembali menjadi kepala sekolah/madrasah di sekolah/madrasah lain yang memiliki nilai akreditasi lebih rendah dari sekolah/madrasah sebelumnya, apabila:
  1. telah melewati tenggang waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) kali masa tugas; atau
  2. memiliki prestasi yang istimewa.
Prestasi yang istimewa sebagaimana dimaksud adalah memiliki nilai kinerja amat baik dan berprestasi di tingkat kabupaten/kota/ provinsi/nasional. Kepala sekolah/madrasah yang masa tugasnya berakhir, tetap melaksanakan tugas sebagai guru sesuai dengan jenjang jabatannya dan berkewajiban melaksanakan proses pembelajaran atau bimbingan dan konseling sesuai dengan ketentuan.
Download / unduh selengkapnya Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah / Madrasah pada links artikel berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!
semoga artikel di atas dapat bermanfaat…Terima Kasih.

10 April 2015

8 April 2015

KABAR GEMBIRA !! RAPEL DAN GAJI KE-13 AKAN BERSAMAAN

Asslamualaikum wr.wb dan salam sejahtera untuk kita semua.. pada malam ini jelajah berita akan share tentang gaji ke 13 dan rapel akan di berikan bersamaa…yuk di simak berita selengkapnyaaa..
Biasanya April seperti saat ini, rapel kenaikan gaji sudah mulai dibayarkan. Kemudian, pada Juni dicairkan gaji bonus bulan ke-13. Tidak menutup kemungkinan, keduanya bisa bersamaan. Terinformasi, pembahasan lintas kementerian sedang berlangsung.
Jika diasumsikan dicairkan pada Mei atau Juni nanti, maka rapel kenaikan gaji sebesar 6 persen akan dikalikan enam bulan, ditambah gaji bonus. Misalnya PNS dengan gaji pokok Rp2.465.900, kenaikan berkalanya Rp2.613.854 dengan kenaikan 6 persen.
Dengan selisih gaji sebelum dan sesudah kenaikan sekira Rp147.954, maka jika dirapel selama enam bulan akan diterima sebesar Rp887.724. Ini belum termasuk dengan tunjangan anak, dan lain sebagainya.
Kenaikan gaji ini, sedang ditunggu-tunggu para abdi Negara. Pasalnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) disusul melambungnya harga kebutuhan pokok, mulai terasa berat. Mereka (PNS) meminta pemerintah segera meralisasikannya.
“Seharusnya kalau BBM dan bahan pokok naik, gaji kita juga harus naik. Tapi sampai sekarang belum naik juga. Banyak teman-teman jadi susah karena harus membayar tagihan di bank tiap bulan,” ujar Betty dan sejumlah PNS lainnya, di Pemprov kemarin.
Deiner Liwe, PNS yang tercatat di Diknas Manado, menilai beban kenaikan harga dengan pendapatan, tidak berbanding lurus. “Saya dengar gaji akan naik, tapi dalam waktu dekat atau tidak, itu yang belum tahu,” sebutnya.
Senada disampaikan PNS Manado Sonny Engka SPd MSi. “Kami tinggal menunggu realisasi apakah gaji naik atau tidak. Karena ini sudah April, kayaknya sudah tidak lama gaji akan naik,” tuturnya.
Sementara itu, PNS dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Raymond Krans menyesalkan belum ada kejelasan tentang gaji tersebut. “Setiap tahun sudah menjadi kebiasaan bagi PNS akan naik gaji. Akan tetapi untuk 2015 ini, saya merasa kecewa karena belum ada kejelasan untuk kenaikan gaji dan ini semua dipertanyakan,” pungkasnya.
Tak hanya PNS, Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil ikut berharap gaji PNS naik. “Sabar saja, tetaplah bekerja dengan sungguh-sungguh. Kita harap ada kebijakan pemerintah menaikkan gaji PNS,” imbau Kansil.
Menanggapi hal tersebut, MenPAN-RB melalui Deputi SDM KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, saat ini pihaknya terus menggodok masalah kenaikan gaji.
“Kalau kenaikan berkala untuk menyesuaikan dengan kenaikan inflasi, terus jalan pembahasannya. Tapi untuk kenaikan yang lain belum ada‎,” tutur Setiawan ketika dihubungi via ponsel, semalam.
Lebih lanjut diharapkan, PNS yang ada di ruang lingkup pemerintahan maupun yang bergerak di segala bidang hingga TNI dan Polri, untuk tetap bersabar. Serta bekerja dengan maksimal.
“Seperti pesan pak menteri‎, kalau kinerjanya PNS bagus, kan ada masyarakat yang menilai. Yang pasti secepatnya pembahasan tersebut akan diselesaikan. Mengingat kebutuhan hidup mulai meningkat. Jadi harus disesuaikan,” ungkapnya.
Disinggung gaji bulan ke-13, Setiawan kembali meminta PNS bersabar. Baginya hin‎gga kini belum ada petunjuk teknis penyaluran gaji 13. “Hingga saat ini belum ada petunjuk teknis penyaluran. Namun kalau sudah ada, pasti secepatnya diturunkan ke daerah-daerah Juknisnya dan segera disalurkan. Mengingat wacana kenaikan gaji juga masih sementara dibahas. Dan itu juga harus disesuaikan dengan APBN‎,” tutup Setiawan.
sekian berita yang dapat admin sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua ..
(Sumber : manadopostonline.com )
  • Blogger news

  • Blogroll

    LOVE YOU